Persiapkan diri untuk menghadapi perdagangan bebas

Dalam era keterbukaan Dan globalisa yang penuh dengan godaan, tantangan semakin kian berat yang mau tidak mau harus dihadapi dengan kesiapan yang penuh di antaranya; paling tidak dengan tidak gagal iptek, agar tidak jauh tertinggal oleh orang-orang yang sudah mempersiapkan diri untuk terjun di kancah persaingan global.

Senin, 17 Juli 2017

HP Bid'ah, kendaraan Bid'ah, Baju Celana Bid'ah Dan Segala Sesuatu Yang Baru Adalah Bid'ah Kenapa Kalian Tidak Tinggalkan..??? Wahaii Orang-orang Anti Tahlil, Ziarah , Tawasssul Sholawat, qunut, Talqin Mayyit.!!!.

http://successber.blogspot.co.id/2017/02/blog-post.html?m=1
ORANG zaman sekarang mudah sekali menganggap sesat,bid'ah dan musyrik, Padahal mereka tidak mengeerti apa Sesungguhnya dari semua itu, tidak mengerti definisi secara utuh,tidak faham secara terperinci atau globalnya, karena belajarnya tidak tuntas dan terjus menerus Akhirnya fahamnya kerdil..

Membid'ah-bid'ah orang lain karena menjalankan sesuatu yang baru, setiap yang baru sesat, setiap yang sesat didalam neraka.

Padahal bid'ah Ada beberapa macam:

1. Bid'ah wajib
2. Bid'ah sunnah
3. Bid'ah makruh
4. Bid'ah haram dll.

Jika ingin mengetahui secara rinci belajarlah kepada mereka yang faham agama secara menyeluruh Dan benar, agar jelas dan terang benderang, bermanfaat bagi diri pribadi dan saudara Muslim lainnya.

Bukan semakin mempertajam perbedaan yang justeru akan menyebabkan perpecahan antar sesama Muslim.
Jika sudah terjadi perpecahan akan memudahkan para musuh Islam untuk mengalahkan dan menghancurkan ummat Islam Indonesia.

Wahai kaum yang anti tawassul, Sholawat, ziarah, talqin mayyit, tahlil, ta'ziyyah dan lain-lainnya, saya beritahukan untuk sementara singkirkan segala macam perbedaan, marilah bersatu untuk memperkuat uquwwahislam agar musuh-musuh Islam takut, Dan pada Akhirnya tidak adalagi para pembenci, penista Dan musuh agama.


Setelah itu Jika kalian merasa belum puas dengan ummat Islam yang berbeda pendapat barulah Kala itu dilakukan debate, adu argument Dan berdalil, tetapi jangan sampai mengakibatkan perpecahan dan peperangan sesama Muslim nantinya Jika Salah satu pihak kalah argumen harus menerima Dan bagi yang memenagi perdebatan jangan sombong Dan congkak, kita harus kembali bersatu dan saling memaafkan.

Sang Pengembar is come-back.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

StatisticTotal Tayangan Laman